vendredi 22 août 2014

Alhamdulillah...

| | 0 commentaires



Syukur kepadaNya...
setelah sekian lamanya dibendungi oleh keadaan cuaca yang basah lagi dingin, tanpa henti seolah enggan berhenti hampir setiap hari dicucuri rahmat air hujan turun kini reda secara semulajadinya...
Disini Peranchis banyak yang merungut bahawa tahun ini dimusim panas tidak sepadan dengan namanya yaitu musim panas yang tidak panas !




 Dari kemarin telah diberkati dengan cuaca nan gemilang meskipun suhu kepanasannya sekadar panas yang lembut... setidaknya dapat bermakan tengah'hari yang disusuli dengan bersenanglenang diterrasse/patio sambil memandang terus kearah kawasan khas tanaman pelbagai jenis pokok-pokoknya mawar yang sekarang berputik bunga bagi pusingan yang kedua.


Pusingan kedua bunga-bunga mawar lagi berputik dan berkembang mekar sehingga kemusim gugur nanti, voilà.

Assalamualaikum kepada semua dihari Jumaat nan mulia.


jeudi 21 août 2014

Pondering or Observation?

| | 0 commentaires




Serpih-serpihan baris perenggan yang dipilih sebagai renungan...

  But the spirit of modern society is one of intense equality, which is a torture in terms of envy, for when egalitarian ambitions circulate in societies that tell themselves that anyone can do anything, the experience of envy goes into over-drive. We don’t envy everyone, we do so only when we think their advantages are within our reach. So when almost everything feels like it could be ours (but a lot never can be), the opportunities for envy grow dangerously large.

 

 We also need to remind ourselves of statistical realities, because exposure to the media encourages us to forget them constantly. While the supplements are continuously filled with success stories, success itself will always remain highly anomalous, achieved by no more than a few thousand out of many millions – a detail that the media carefully (and sadistically) keeps carefully out of our imaginations. In contrast to what it suggests, most businesses in fact fail, most films don’t get made, most careers are not stellar, most people’s faces and bodies are less than perfectly beautiful and almost everyone is sad and worried a lot of the time. Mediocrity is the human norm. We shouldn’t lament our own condition just because it doesn’t measure up against deeply unrealistic benchmarks, or hate ourselves solely for our inability to defy some breathtaking odds.

 

 Unfortunately, we are extremely bad students of envy. We start to envy certain individuals in their entirety, when in fact, if we took a moment to analyse their lives calmly, we would realise that it was only a small part of what they had done that really resonates with, and should guide, our own next steps.

 

 The haunting thought – why them, why not me? – should therefore no longer invite simply self-torture and panic. It should instead edge us towards admiration. There are in truth real differences between oneself and the envied person. One isn’t really their equal. It isn’t just laziness, bad luck or some kind of persecutory force that explains our situation. We may arrive at the sane realisation that, when viewed dispassionately, certain accomplishments are truly beyond us. We can become appreciative spectators, rather than disappointed rivals, of those who have accomplished great things.

 

  Despite good intentions, modern societies are profoundly unequal.

The Philosopher's Mail.

mercredi 20 août 2014

Une promenade en ville...

| | 1 commentaires


Kemarin ke-Grenoble lagi, rdv di-cabinet Orthodontiste pemeriksaan bulanan giginya yang Bongsu bersama Papanya juga ada rdv dicabinet dentiste-nya... sementara menunggu pergi sendirian bersiaran ditengah pusat bandar Grenoble dimana suasananya begitu tenang pada bulan August karena banyak yang bercuti, oleh itu bandar menjadi sepi yang jauh dari rutin kesibukan...


 Place de Verdun senibena secara Second Empire adalah pusat administrative district.




 Ditengah square ada air ter...percik !




 Cuaca tidak begitu gemilang...




 Meskipun sudah lewat jamnya tiga orang-orangnya kemana saja...




 Lambang bendera Peranchis.




 Bangunan dibena dengan batu-calcaire/limestone.




 Nun disana kelihatan La Bastille yang boleh didaki naik dengan téléphérique/mobile gantung cablecar.




 Taman tanpa bunga-bunga tetap tidak indah !








 Kemas, bersih susunan bebunga yang digabungi bersama.




 Initial N empereur Napoléon.


 Sebenarnya mahu ketempat sejarah dahulukala bandarnya Grenoble, akan tetapi tidak kesampaian karena waktu pulang kekampongulu semakin mendatang... jadinya hanya sempat merakamkan sekitar pasar tertutup Place Sainte-Claire sahaja, kemudian terus menuju ke-apartment karena yang Bongsu & Papanya lama menunggu.. !



J'Adore... balkoni.





 Ter...nampak ini tempatnya makan yang tertera "Warung", nah ! Asian cuisine pun ada nanti-nanti mahu cuba.




 Chabai cili untuk penyeri didapur. Sempat belanja sepasu bunga...
 Pasar tertutup Place Sainte-Claire yang dibena pada 1874.



 Contrast yang galak !




 Epicerie Fine/delicatessen deli foods.




Dibawah teduhan payung-payung supaya tidak cepat layu dek bahang cermin yang cepat panas oleh mentari Grenoble yang ter...paling panas disini Peranchis !





 Pelbagai jenis tomates.





  Les abricots/apricots.




 Les peches jaunes, blanches & douces berbentuk bulat dan leper.





 Les Nectarines jaunes & blanches.



 Kekacang noix/walnuts de Grenoble yang berguni-guni banyaknya!




 Kacang walnuts, hazelnuts dan almonds.




 Artisanal cultured butter.




 Ooh là là... Valrhona !




 Pilihan yang mustahil.. yang mana satu !




 Petite dégustation de chocolat.




 Viva la Pasta !




 Yummy... !




 Fine bouche/gourmet.




 Pelbagai jenis des confitures fabrication artisanale, jam buah-buahan.




Sebotol minyak zaitun berupa parfum... 
Se-bouquet grand merci buat responsable-nya épicerie yang berbesarhati memberi keizinan bagi merakami beberapa photos untuk intisari blognya BintangJauh.

Voilà.



lundi 18 août 2014

TerimaKasih...

| | 1 commentaires



Kepada semua yang budiman yang memberi ucapan sempena menyambut bulan Ramadhan, disusuli seterusnya perayaan AidilFitri terhadap Ratna & sekeluarga yang sesungguhnya  begitu dihargai sepenuh hati...
Sejambak TerimaKasih keatas ucapan sempena hari perayaan yang istimewa, termasuk sekali segala komen-komen yang terdahulu (tanpa dibalasi kembali dari Ratna)  khususnya dari Idzwa Kamaruddin, Uji Ratuku, Angahpj, UmmiSara, AzieAzah, NurbayaLily, Muna Mahdzar-Fadaaq, Kak Rose, Balqis (salam perkenalan) dan Mak Wardah.



 Se-bouquet bunga MataHari kiriman dari Ibumertua buat penyeri diruangmakan.




Ingatan tulus ikhlas yang jauhnya sukar untuk dicapai namun wujudnya alam maya dapat mempermudahkan ikatan persahabatan kita sekalian menjadi nyata...
semoga hendaknya berkekalan untuk selamanya, Insya'Allah.

Merci beaucoup à vous tous.


lundi 11 août 2014

The last slice of boredom...

| | 3 commentaires




 Penyeri dalaman.

Disini Peranchis setakat diwaktu ini tidak ada apa yang boleh dilaksanakan karena suasana cuaca nan monyok dan suhu yang  dingin lagi lembab basah dek hujan yang setakat ini turun berlarutan tanpa isyarat petanda terminal pengakhirannya...
Setiap hari diselangselikan dengan hujan dan jernihan mentari yang menerbit tidak sampai kepetang... Jadinya,
berkebun tidak mungkin, karena keadaan cuaca yang berubah secara mendadak sekejap hujan yang berangin kencang lantas tetiba mentari tersenyum sampai menyilau mata memandang dan tanpa alamat kok hujan turun lagi hingga kemalam... 
Panjangkata, pada tahun ini musimnya panas tidak selaras dengan namanya karena suhu menurun menjadi dingin...
Namun...
Penawar suasana masih ada !



 Nun disana atasnya kayangan yang menjulang tinggi kelihatan Chateau seribu tahun samar rupanya...




 Pokok Apple Reine des Reinettes muda usianya namun banyak juga bebuahnya.




 Berjuntaian sehingga hampir menyentuh tanah !




 Sebaris bebuah Apples.




 Serumpun... cantik.




Cuaca comot jadinya mem-Bonsaï...




Dibawah teduhan pokoknya Tilleul kelihatan Honey Aristocat yang sombong tidak mahu bergambaran meskipun dipanggil namanya...




 Buah Peach yang besar.. !




 Ter...kepit diantara dahan pokoknya, akan tetapi membesar dengan cantiknya !




 Sepokok Apple yang ditanam pada setahun lalu berada ditepi pinggiran kolam renang juga berbuah sudah.



 Bebayang rumah...




 Kolam renang yang tidak merasa diselami berenang didalamnya oleh cuaca yang murung jadinya suhu air agak dingin...




 Pokok bunga yang meninggiii bagai lehernya zirafah akhirnya mengembang mekar !









Begini rupanya bebunga putih yang memakan masa untuk mengembang mekar...

akan bersambung.


8/12/2014 Selasa

 Pagi tadi pergi menuai ubikentang bakal makan tengah'hari.




Isikan sepenuh bekas, cukup untuk di-sautées/sauteed sesuai dimakan bersama salades.



 
Ubikentang yang segar dari dalam tanah rasanya begitu yummy !



Pommes de Terre Nouvelles/new patotoes, yang telah dibersihin...



Sebagaimana yang telah dijangka bahawa keadaan cuaca dimusim panas ini bagai tiada halanya... suhu semakin mendingin dan petang ini hujan turun lagi walhal waktu makan tengah'hari tadi telah dianugrahi oleh jernihan mentari yang hanya bertahan sehingga jam tiga...
Esok diramalkan hujan lagi, rahmat airnya hujan... menahan rasa didalam diam, menahan bosan sambil termenung jauh... lantas mengambil peluang menggunting mukasurat gambaran makanan dari beberapa majalah untuk dibingkaikan bagi menghiasi dindingnya dapur.

 

Voilà, kejadiannya...





dari sekarang setiapkali mengisar, membakar roti atau memutar pandang terus kearahnya...




Sudah diramalkan bahawa keadaan cuaca sehingga dipengakhiran musim panas ini tidak gemilang... akur dengan kehendakNya.