jeudi 6 septembre 2012

Penawar rasa...

| |



Sebiji buah apple Gala yang merah meranum berjuntai sendiri...

Setiap kali musim itu datang menyapa tepat pada bulan dan musimnya yakni musim gugur yang bertaraf murung dan hening sekali suasananya... dimana angin menyepoi lembut bertiupan seolah enggan berhenti... warna kelabu diconteng comot dilangit.. ruang-ruang yang ada terbentang luas lagi indah tetiba tenggelam didalam kekaburan seolah dibenam menyorok dek kekabus putih ... pepohon dahan yang sarat dengan dedaun hijau menguning kering, dihembus lembut dek arusan angin melayang-layang terbang terapong-apong terus jatuh menyembah dataran halaman dan suhu menurun sejuk lagi lembab merimas kan rasa perasaan,

namun...,

 setiap kali datangnya musim gugur itu lah menjadi kan diri semakin lembut... semakin berbelas kasihan yang menebal diruang perasaan tatkala melihat saksi dengan apa sahaja karenahnya taqdir mainan hidup yang telah diamanat kan sejak azali lagi.

Jadinya... rasa perasaan tidak lagi dikongkong dek rungutan terhadap pertukaran cuaca secara mendadak, sudah kebal dan tabah menghadapinya karena setiap halangan pasti ada penawarnya, contohnya seperti gambaran buah apple yang merah meranum ini, menjadi kan diri tidak pernah gagal menghargainya dengan rupaparasnya yang galak sekali!


Sederet berbaris sopan buah-buahnya apples ini, lansong terus terukir sebuah senyuman yang meleret sehingga ke-mata tatkala memandangnya meski pun cuaca sebok bersandiwara  di-antara mendung berwarna kelabu nan hambar beralih tukar dengan pancaran mentari...

Diluar, cuaca hari ini seolah bersandiwara dengan kenyataan ramalan cuaca yang sudah dicanang kan pada setiap kali pengumuman sebuah berita seperti semahunya media memberi info sebagai khabar berita yang dinanti kan pada setiap hari, indah khabar dari rupa ... begitu lah anggaran cuaca bilamasa musimnya panas menghampiri tarikh terakhir... kesudahannya tidak menentu keruan lagaknya, sekejap bermurung mendung... tetiba... kemudian kok bersinar-sinar jernih dengan gemilangnya cahaya mentari, bagai dimain-main kan pegangan diri supaya terumbang-ambing paksi pendirian nan kukuh, Alhamdulillah... bisikan sebaris doa dibalas sudah..


Dari sebingkai tingkap diruang-makan pasti memandang sejenak ke-arah sepohon pokok apple yang mengadap berhadapan pokoknya Tilleul, begitu rasa perasaan serasa nyaman...



4 commentaires:

Anonyme a dit…

Salam Ratna,the apples look delicious...warnanya yg merah meranum..pasti crunchy tu..You are so lucky to have experienced such beauty.
Ratna,bagaimana agaknya cara untuk Nur berhubung dgn Ratna selain dari tinggalkan komen di sini...mungkin Ratna sudi berikan Nur your e-mail address.Nur sekarang tinggal di La Defense.Mungkin Ratna sudi utk berkongsi tips about life here.Maaf ya Ratna jika permintaan ini agak keterlaluan.Or should I leave my e-mail address here and you contact me whenever you are
free.Apa pun,nur dahulukan dgn jutaan terima
kasih,terhibur setiap kali membaca coretan Ratna.
Salam mesra:Nur

yaya a dit…

alahai...apa jua gambar yg akak post kan..mesti geram tgk! hahahaha...mcm terbau2 kemanisan sang apples..

bintangjauh a dit…

Salam kembali Nur,

Ratna lebih senang berkomunikasi melalui telephone, jika Nur bersetuju titip kan nombor tel (komen dari Nur nanti tidak akan Ratna publish-kan) dan sejurus kemudian Ratna akan dring drong, gimana?

Salam manis semanis madu.

bintangjauh a dit…

Salam yaya,

iya... setiap kali terpandang pasti teruja kepadanya, sudah cukup ranumnya nanti sudah boleh dimakan dan Bismillah.. terus ingat kan yaya...

Salam manis semanis madu.