vendredi 29 mars 2013

Duniawi berwajah takabur...

| |

   
Assalamu'alikum Warahmatullahi Wabarakatuh kepada semua wahai sahabat bloggers,

Pengertian Takabur

Takabur adalah menganggap rendah orang lain, merasa lebih dibandingkan dengan orang lain. Biasanya di pengaruhi oleh kekayaan, kedudukan, kecantikan, ketampanan, kepandaian, dan sebagainya. Dalam artikata sama dengan kesombongan, keangkuhan juga membangga/membesar tinggikan diri terhadap yang kurang atau lemah dari mereka yang senantiasa berperilaku berlagak menampilkan dirinya supaya dipuji yang didambakan dek kerasaan megah justeru terkhayal dilamun oleh kelebihan yang disangka hanya hak mutlak baginya sahaja keatas "kelebihan" yang dipunyai itu... walhal, keindahan itu semestinya diperlakukan sebagai sebuah penganugerahan yang istimewa dimana dengan secara semulajadinya disyukuri dengan merendah tundukkan diri tanpa mendongak dengan kerlingan mata nan sombong...

Takabur merupakan sebagian dari sifat tercela (madzmunah). Jadinya, berpesan-pesan didalam diri supaya tidak senantiasa berperilaku sedemikian mahu pun didalam tuturbahasa, penampilan diri juga detikan hati.
   Membaca  dan mengartikan ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits yang berkaitan dengan  Sifat Takabur


-  QS..Al-Nahl [16]:23)
إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong”.
-       QS.Mukmin [40]:60
إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
artinya: Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (QS.Mukmin [40]:60)
- QS.Al-Isra’([17]:37

وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الأرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولا
artinya:Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung (QS.Al-Isra’([17]:37)

-    QS.Luqman ([31]:18
وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya:Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.  (QS.Luqman ([31]:18)
-   Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ
 إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ
artinya:“Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan).”
[HR. Bukhari di dalam al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad di dalam Zawaid Az-Zuhd, no. 151]
 :عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيهِ وَسَّلَم
 .لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
.قَفَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً
 .قَالَ: إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Artinya:Dari ‘Abdullah ibnu Mas’ud Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu berkata: bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Tidak akan masuk surga orang-orang yang di dalam hatinya ada kesombongan, walaupun sekecil biji dzarah”. Kemudian berkata seorang laki-laki: ”Sesungguhnya ada seseorang yang menyukai supaya bajunya bagus dan sandalnya bagus.” (maksud lelaki ini mempertanyakan apakah yang demikian termasuk sombong). Maka bersabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Indah dan mencintai keindahan. Yang sombong itu adalah menentang kebenaran serta merendahkan manusia.” (Dikeluarkan oleh Al-Imam Muslim Rahimahullahu Ta’ala).

Dari petikan seorang ahli Ilmiah. 







Juga, hindari lah sifat ini yaitu

Bermewah-mewahan, dalam agama Islam termasuk salah satu di antara dosa besar. Allah mensifati orang-orang yang hidup penuh dengan kemewahan dengan predikat orang zalim atau orang yang melanggar batasan-batasan-Nya. Dan Allah menyediakan bagi orang-orang yang hidup mewah siksaan di dunia maupun di akhirat.


Artinya Allah menciptakan manusia menurut fitrahnya sangat sempurna dan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, akan tetapi ia dengan amalnya yang jelek dan perilakunya yang busuk, ia menyimpang dari fitrah itu tergelincir ke tempat yang serendah-rendahnya, sampai ke tingkat yang lebih rendah dari binatang. 
Allah berfirman: “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena Dia melihat dirinya serba cukup.” (Al-‘Alaq 6-7) 
“ Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan Sesungguhnya Dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta” (Al-A’adiaat 6-8). 
Artinya: manusia itu melewati batas jika merasa dirinya kaya dengan apa yang Allah berikan kepadanya, namun ia ingkar akan nikmat Tuhan itu tidak mengakui bahwa itu semuanya adalah karunia Allah, hal mana dapat ditonjolkan oleh amal perbuatannya. 
Allah berfirman: “Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al-Asri 2-3) (Demi masa yakni perhatikan sejarah manusia sepanjang masa). 
Di bawah ini adalah beberapa penyakit rohani yang terpetik dari ayat-ayat tersebut di atas: 
Sifat sombong, suka berlagak, suka dipuja-puji, lekas putus asa, selalu tidak puas, tama’, serakah, kepala batu, gemar membantah dan berdebat, bodoh, dzalim, bakhil, kikir, gemar mengumpul harta, tidak sabar, merasa dia besar, terburu nafsu, rendah budi, menipu, berdusta, riya’, kecut hati, congkak, tidak malu, suka membangkang, tidak mengenal budi baik orang. 
Sifat-sifat jelek tersebut yang merupakan penyakit rohani manusia seharusnya diobati agar jiwa manusia menjadi sehat dan bersih, penuh iman, taqwa dan ketenangan. 
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), (Al-A’alaa 14) 
“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams 7-10). 
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (Al-Fajr 27-30). 
Pengobatan jiwa yang lemah dan sakit itu dapat sempurna hanya dengan meluruskan akhlak dan mendidik dengan budi pekerti yang baik berdasarkan iman dan ajaran agama.



Begitu juga,

 Arti fardhu kifayah ialah, suatu kewajiban yang ditimpakan di atas suatu kelompok manusia sebagai suatu kesatuan, namun cukup bila dilaksanakan oleh sebagian warga-warga kelompok itu. Akan tetapi bila kewajiban itu sampai tidak terlaksana, maka seluruh anggota kelompok mengandung dosa.

Demikianlah, maka sejauh yang menyangkut suatu bangsa atau negara terutama yang berpedoman kepada hukum-hukum Islam, akan berdosalah para pemimpin dan para penguasanya yang bertanggung jawab, bila fardhu kifayah yang termaksud di atas merupakan dasar dan sendi hidup suatu bangsa dialpakan dan ditinggalkan tidak terlaksana, yakni pabila berilmu maka berkongsi sesama insani sebagai pengajaran itu disebarkan supaya dapat dimanfa'atkan bersama...
 Petikan dari Ajaran Islam.


Sebagai renung-renungan dihari nan mulia yakni Jumaat semoga dijadikan serangkai pedoman... lantas menjauh/hindarkan diri dari terjebak didalam kejahilan yang tercela... Nauzubillahi Minzalik !


 
 
 






4 commentaires:

angahPJ a dit…

salam. mudah mudahan kita semua terhindar dr sifat sifat di atas tu. amin.

bintangjauh a dit…

Salam AngahPJ,

Semoga dan mudah-mudahan hendaknya wahai Angah karena disekitaran duniawi dimasa kini ramai yang pandai memperolokkan ajaran agama dan malang sesungguhnya ramai juga yang bersandiwara tanpa merasa dirinya sudah menyimpang jauh dari hidayah yakni petunjuk dariNya menuju kebenaran nan luhur...

Hanya Angah seorang yang menyahut lantas Ratna ngerti sengertinya bahawa hanya kepada yang luhur hatinya yang akan tergerak memberi perhatian terhadap intisari entry kali ini... terimaKasih sesungguhnya wahai Angah nan budiman...

Salam mesra semanis madu.

Art Lover a dit…

Ratna yg perihatin..
Hendaknya kita semua di hindarkan dr perbuatan durjana..
Walaupun tiada ramai yg memberi komen..insyllah ada yg memahami dan benar2 patuh dan tidak menyangkal akan rukun Allah..Insyallah.

bintangjauh a dit…

Salam sis Iha,

iya, semoga hendaknya wahai sis Iha... Ratna ter...mengeluh sebeginian sahaja karena serasa jauh dari negara sendiri untuk berkongsi apa sahaja yang tersirat didalam minda... jadinya sekadar hasrat diri pabila Ratna kemukakan intisari sesebuah topik yang berguna lagi ilmiah semoga dapat diperkongsikan bersama dan saling memberi buah pandangan yang jelas namun malangnya tidak kesampaian, itu sahaja...

Gimana pun, terimaKasih dengan sapaan mesra darinya sis Iha nan budiman... sampai nanti.

Salam mesra semanis madu.