jeudi 3 avril 2014

Merisik Khabar...

| |





Hari ini menerima satu panggilan rutin darinya seorang sahabat nan budiman bagi menerangi keatas sesuatu yang menyentuh rasanya hati... serasa syahdu juga sayu sesungguhnya.. demi Allah Sunhanahu Wa Ta'ala yang Maha Pengasih lagi Pemurah bagi setiap ummatnya telah dilaksanakan kehendak tersebut seperti fitrah-fitrah memasing didalam ketentuannya yakni Qada' dan Qadarnya.

Terutama sekali didalam hidup ini yang hanya dipinjam buat seketika hanyalah satu perantaraan terhadap kemanusiaan didalam intisari alam semesta nan luas yang seiring bersamaan matahari, bulan dan bintang-bintangnya sebagai langit junjungan kepala yakni pabila mendongak keatas sertamerta diri menjadi sederhana lansong tidak angkuh dan tahu KebesaranNya lantas bersyukuran Alhamdulillah.

Dan,
kedua telapak kaki yang berpijak diatas dataran sekeping bumi ini hendaknya berpijak kukuh dalam arti kata membawa arti  hidup yang mengikuti ajaran&perintahNya... bukannya sekadar melangkahkan telapak kaki untuk berjalan kesana dan sini bagi menghala tujuan memasing sebagai mengisi tunaikan hasrat harian namun ianya juga sebagai memfardhukan aqidah usuluddin, feqah syariat dan tasawuf akhlaq supaya diamalkan dengan serentak dan sepenuhnya tanpa dipisah-pisahkan, jikalau demikian tertinggal atau tidak diamalkan pada salah satunya maka ter...pincanglah pintu keimanan seseorang tersebut...

Berbalik kembali kepada panggilan rutin melalui telphone tadi, mengapa rasa perasaan bagai diusik oleh seorang "insan" yang berhemah tinggi yang "merisik khabar" bagi menyuarakan keikhlasannya didalam setiap baris-baris perkataan yang disusun rapi lagi halus nada penulisannya betapa beliau begitu menghargai intisari mukadiri yang dipampangkan selama ini... namun beliau segan atau masih didalam keadaan teragak-agak untuk "merisik khabar" tanda bermulanya perkenalan...
Demi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sesungguhnya sehingga saat ketika ini tidak pernah menerima penghargaan yang setulus-seikhlas sedemikian rupanya... serta merta diri merasa begitu rendah dan kecil dan merasa bersalah keatas apa yang ada walhal segalanya dituntut secara sederhana dengan seadanya...
 ya ampun...
Niat dihati semoga hendaknya dapat bersua disatu hari nanti, Insya'Allah...


ulasan diri: Sebenarnya jurang-jurang kehidupan itu wujud karena manusia itu sendiri yang membedakannya demi untuk tidak merapatkan diantara yang ada dan tidak empunya !