lundi 17 novembre 2014

Warna Alam

| |



 Château seribu tahun yang berlangit suram.


All storytelling & food blogs post the same stuff...

Cerita hidup yang di kisahkan seakan serupa begitu juga dari segi masakan pun hampir sama, dalam artikata kita semua mengerja-tunaikan segala tanggungjawab pusingan hari-harian hidup secara sama tapi tidak serupa dimana memasing punyai pegangan dan pendirian tersendiri, hanya satu pekerjaan yang semestinya sama dan serupa yakni segala seluruh Ibadah tanpa ada yang terkecuali.

Begitu juga seperti di sini Peranchis sama tapi tidak serupa seperti keadaan suasana musimnya gugur dimana warna alam semakin terserlah ke'emasan kuningnya yang nanti akan bertukar-rubah kepada cokelat matang pabila di hembusi angin terus terlerai dari pohonnya gugur melayang bagi menyembah tanah arah terminalnya...
Dan di tanahair khabarnya musim tengkujuh sudah melanda dimana hujan turun hampir pada setiap hari lantas suhunya mendingin sejuk jadi nyaman.


 Warna alam kelihatan semakin terserlah...



 Dedaun pokoknya Tilleul yang berada di bahagian laman depan kini semakin menguning emas.




Hampir setiap hari hujan turun, pagi tadi suasananya basah dan lembab... photo di ambil dari balkoni.




 Azalée/azalea diruangbacaan sedang rancak kembang-mengembang bersamaan warnanya yang merah galak bagi penambah warna yang bersuasana dingin sesungguhnya...


Penyeri dalaman. Voilà.



2 commentaires:

Anonyme a dit…

Salam dari jauh sis, bertuah badan sis dapat menikmati suasan indah bagai khayalan ini, yang tak mungkin dapat ku rasai..setiap hari ternanti2 tulisan dan gambar2 cantik sebagai menjamu mata dan pastinya tersenyum sendiri..harap sis tak jemu dengan setiap sapaan ku ini ya..Norma

azieazah a dit…

Salam Kak Ratna...

subhallah... cantiknya.

Teringin benar rasanya saya hendak melihat dan memegang sendiri dedaunan itu...