jeudi 6 août 2015

La Tarte Tropézienne

| |



La tarte Tropézienne dari Saint Tropez yang menjadi terkenal dek gerangannya siBintangfilem Peranchis BBardot begitu adore terhadapnya lantas menamakannya "La tarte de Saint-Tropez".

Masih belum sempurna 100 %, karena cream yang bakal diintikan ke dalam  perutnya masih ditahap pertengahan prosesan...
akan bersambong.


 Voilà, kejadiannya...

 Manisan sebegini begitu sesuai bagi musim panas karena rasanya yang nyaman, lemak-lemak manis dan ringan meskipun ramuan yang ada kaya dengan bahan-bahan tenusu.



 Super yummy... perlu seharian bagi menyudahkannya, bermula dengan penyedian pâte de brioche dimana prosesan membikin kok berejam-jam lamanya kemudian crème pätissière yang perlu didinginkan dahulu dan diakhiri dengan putaran crème chantilly... perlu kesabaran karena disini kampongulu suhu cuacanya tahap kemarau panas ya ampun...

Dilain kali akan bikin baby tropézienne berinti dengan buah-buahan pula.



Sampai nanti.

2 commentaires:

Ros a dit…

Assalamualaikum wbr Ratna,

Semoga Ratna sekeluarga sentiasa dalam lindunganNya.

Seminggu dua ini saya agak binggung dan tidak dapat berfikir dengan waras. Terlalu banyak perkara yang 'mengejutkan' berlaku di tanahair. Entah bila 'mereka' akan terjaga dan kembali faham akan tanggung jawab yang perlu dilaksanakan demi kelangsungan bangsa dan Negara yang dicintai. inggung memikirkan apakah nasib anak cucu kelak.

Walau bagaimanapun saya tetap setia berkunjung ke istana Ratna. Jiwa dan fikiran terasa lega tatkala menatap hasil kebun dan hasil air tangan Ratna. Sungguh menenangkan.

Bintangjauh a dit…


Waalaikumsalam wbr dan Assalamualaikum wbr Ros hendaknya berada dalam kesejahteraanNya.

Pertama, rasminya negara kita beragama Islam, akan tetapi mengapa dan kenapa pemerintah/pemimpinnya mengamalkan kepimpinan yang memalsukan kebenaran dengan gaya hidup yang melampau, tidak amanah terhadap amanat yang sepatutnya diuruskan dengan sejahteranya... waktunya Rasulullah telah menolak segala yang gemilang, kebendaan dan kekayaan (mengapa para pemimpin kita tidak mencontohinya?) yang dipilih adalah kesederhanaan karena itulah yang dipinta dari wahyunya Allah Subhanahu Wa Ta'ala jelas didalam AlQuran yakni senantiasa berada ditengah karena kemasyhuran disamping harta yang menimbun akan menimbulkan rasa riya',ujud dan takabur dimana ianya adalah jenis sifat-sifat yang tercela namun itu semua tidak ada dikamus mereka karena mereka berkuasa tinggi berada dipuncak mahligai buatan manusia itu sendiri... keinsafan hanya ditunjuk-tunjuk bagai wayang sandiwara berwatak "iblis" kejam dan zalim yang tidak boleh dikesan dengan mata kasar. Apalah yang sangat dibangga-banggakan dengan gaya hidup yang melampau kalah ceo yang bergaji jutaan walhal "gajinya" rakyat pun tahu berapa jumlahnya dan hairan sekali kok mampu sampai kesitu gayanya, katanya itu semua hadiah dan duit derma, waduh senangnya hidup kok asyik disuap-suap !!! dari situ tidak hairanlah mengapa rakyat terikut-ikut dengan gejala berpenyakit sama dengan pemimpinnya karena bekas acuannya sama dan serupa !

Sedari dahulu lagi ahli-ahli politik mengamalkan politikal korupsi, nepotism, cronyism, favoritism, conflict of interest, bribery, fraud, embezzlement/pencuri dan konar baring keatas kebenaran !

Kedua, mengapa sampai sekarang majlis raja-raja tidak bertindak sekiranya skandal $$$ tersebut telah jelas "terbukti" kebenarannya?

Dari jauh, Ratna cuma boleh berdoa halus tanpa henti tanpa pasrah karena kasihi bumi tanahtumpahdarahku yang seharusnya dibela oleh seseorang yang bersifat murni dapat memegang amanat-amanat /tanggungjawab sebagai satu amanah demi kesejahteraan rakyatnya.

Salam mesra.